Sabtu, 18 April 2026

Terbit : Sen, 19 Mei 2025

Anjuran untuk Tidak Overthinking

Oleh : Fauzin Tasawuf
Anjuran untuk Tidak Overthinking

Syair :

أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ، فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لاَ تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ

(Arīḥ nafsaka minat-tadbīr, fa mā qāma bihī ghairuka ‘anka lā taqum bihī li nafsik)

Artinya:

“Istirahatkan dirimu dari mengatur (segala sesuatu), karena apa yang sudah diurus oleh Allah untukmu, jangan kau urus sendiri.”

Makna Mendalam:

1. Larangan Overthinking & Mikro-Manajemen Hidup

– Syair ini mengingatkan kita untuk tidak berlebihan dalam mengatur hidup (tadbīr) karena hakikatnya Allah yang Maha Mengatur.

– Contoh: Terlalu khawatir tentang rezeki, masa depan, atau hal di luar kendali adalah bentuk “tadbīr” yang melelahkan.

2. Tawakal = Melepas Kekhawatiran

– Allah sudah menetapkan takdir, dan kita hanya diperintahkan berusaha sesuai kemampuan, bukan memikul beban seolah kitalah penentu segalanya.

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: إنه سمع نبي الله صلى الله عليه وسلم يقول:

«لَو أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا».

[صحيح] – [رواه الترمذي وابن ماجه وأحمد] – [مسند أحمد: 205]

– Sabda Nabi ﷺ:

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberi rezeki seperti burung yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.”(HR. Tirmidzi).

3. Ketenangan Hati

– Syekh Ibnu Atha’illah menegaskan bahwa ketenangan hanya didapat dengan menyerahkan urusan kepada Allah setelah ikhtiar.

– Frasa “arīḥ nafsaka” (istirahatkan dirimu) adalah ajaran untuk **melepas beban mental**.

Contoh Praktis

Saat khawatir tentang pekerjaan, ucapkan:

“Ya Allah, aku sudah berusaha, sisanya aku serahkan kepada-Mu.”

Hindari memikirkan hal-hal yang belum terjadi (seperti: “Bagaimana jika aku gagal?”), karena itu termasuk tadbīr yang sia-sia.

Syair Terkait dalam Al-Hikam:

 “مَا تَعَلَّقْتَ بِشَيْءٍ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا أَعْطَاكَ وَاسْتَرْقَكَ”

(Jika kau bergantung pada dunia, ia akan memberimu lalu memperbudakmu.)

 “الْهَمُّ بِأَدَاءِ الْأَشْيَاءِ قَبْلَ وُقُوتِهَا مِنْ عَدَمِ الثِّقَةِ بِاللهِ”

(Kekhawatiran berlebihan sebelum waktunya adalah bukti kurang percaya pada Allah.)

Kesimpulan:

Syair ini mengajak kita hidup sederhana dalam pikiran —tidak menjadikan diri sebagai “tuhan kecil” yang ingin mengontrol segalanya. Semakin kita melepas tadbīr, semakin lapang hati dan dekat dengan pertolongan Allah.

Masjid Al Awwabin
Perumahan Graha Cipta 5, Jejalen Jaya, Tambun Utara, Kab. Bekasi
  • Bagi yang mau berdonasi, silahkan hubungi nomor telp. berikut : +62 877-2750-8700