
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabat Muslim hafidzakumullah, Sya’ban merupakan bulan penuh berkah dan kebaikan karena di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah, yakni Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengalihkan arah kiblat dari Masjidil Aqsa di Palestina ke Ka’bah di Mekah. Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 144:
“Qad nara taqalluba wajhika fis-sama’i fal-nuwalliyannaka qiblatan tardhaha fawalli wajhaka syatral-masjidil-haram…”
“Sungguh Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit, maka pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.” (Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 144).
Di bulan ini, Allah juga menurunkan surah Al-Ahzab ayat 56 yang menganjurkan pembacaan shalawat:
“Innallaha wa mala’ikatahu yushalluna ‘alan-nabi, ya ayyuhalladzina amanu shallu ‘alaihi wa sallimu taslima.”
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 56).
Sahabat Muslim hafidzakumullah, amal-amal manusia selama setahun dilaporkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala pada bulan Sya’ban. Pada bulan Sya’ban, Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Menurut riwayat Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah melakukan puasa sunnah melebihi puasa sunnah di bulan Sya’ban.
Sahabat Muslim hafidzakumullah, selain melakukan puasa sunnah, menghidupkan malam Sya’ban juga sangat dianjurkan, khususnya malam Nisfu Sya’ban atau pertengahan bulan Sya’ban. Maksudnya ialah memperbanyak ibadah dan amalan baik pada malam tersebut. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menegaskan dalam kitabnya Madza fi Sya’ban bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam Nisfu Sya’ban, di antaranya:
Sayyid Muhammad menyebutkan beberapa amalan yang dapat dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban, di antaranya ialah:
Pertama, memperbanyak doa. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Yanzilu Allahu ila sama’id-dunya lailata nisfi min sya’ban faghfiru li-kulli syai’in illa li-musyrikin au rajulin fi qalbihi syahna’.”
Artinya: “Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Allah akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang-orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian atau kemunafikan.” (Hadits riwayat Al-Baihaqi).
Kedua, membaca dua kalimat syahadat (Laa Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah) sebanyak-banyaknya.
Ketiga, memperbanyak istighfar. Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan seperti Sya’ban dan pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.
Nah, Sahabat Muslim hafidzakumullah, demikianlah tiga amalan utama di malam Nisfu Sya’ban menurut Sayyid Muhammad Al-Maliki. Semua amalan itu berdampak baik dan memberi keberkahan kepada orang yang mengamalkannya. Wallahu a’lam.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.